Tuesday, November 21, 2017




Dadakan bukan cuma Tahu : Liburan Juga :-)

Pernah dengar tukang jualan tahu " Tahu Bulat , Digoreng Dadakan" sempat tren di Bandung dan Jakarta tahun ini. Nah cerita saya kurang lebih juga seperti tahu dadakan. It was unplanned.

Liburan ke Bandung sepertinya sudah jadi menu traveling akhir pekan yang reguler bagi warga Jakarta. Tentunya pesona keindahan alam ditambah dengan kuliner khas kota kembang jadi daya tarik utama bagi mereka yang lelah dengan hingar bingar metropolitan. Sebagian yang lain, mungkin jenuh dengan lantai marmer mengilap pusat perbelanjaan atau gedung-gedung pencakar langit yang kalah asri dibandingkan perbukitan. Dan terkadang, diskon dari mall pun bisa diabaikan demi kabur sejenak dari Jakarta.

Malam itu, dua orang teman tiba-tiba mengajak saya kabur ke Bandung. Karena saya orang yang sangat suka spontanitas, ajakan tersebut langsung saya iya-kan. Tanpa persiapan apapun, tidak masalah. Yang penting ada hape, dompet, cash dan kartu. Saat itu kami berada di sekitar area Lebak Bulus dan akhirnya setelah menunggu dan sempat merasa tidak akan berhasil mendapatkan bus, lewatlah Primajasa tujuan Garut via Cileunyi. Kami berhasil naik bus tersebut dan turun di Cileunyi. Kurang lebih 3 jam dan Rp 40.000 saja, cukup nyaman ber-AC dan sampai selamat di Cileunyi. Diatas bus tadi, hotel pun telah dibooking lewat Agoda.com. Kami beringsut dari Cileunyi dengan angkot menuju pusat kota Bandung. 17 kilo jaraknya dan 2 kali mengganti angkot, ditemani hembusan angin malam dan pipi yang mendingin.

Saya dan dua orang teman saya  tiba di hotel Kenangan, tepat disamping Kantor Gubernur di Jalan Kebon Sirih, Bandung. Hotelnya unik memiliki nuansa vintage, bersih, dan bersahaja. Dan yang jelas hemat dikantong saya yang masih pengangguran ini, hehe. Rp 398.ribu dengan tiga beds plus AC, hot water, dan sarapan. Keren kan.

Salah satu teman  mengusulkan untuk berkunjung ke Bukit Maribaya di Kabupaten Bandung Utara. Ada sebuah tempat berwisata yang namanya The Lodge Maribaya Resort. Jaraknya kurang lebih 12-14 km dari pusat kota Bandung. Dan, sangat beruntunglah kita yang hidup dijaman sekarang, saat mobil orang lain bisa dipakai dengan mudahnya melalui pemesanan aplikasi handphone, lengkap dengan supir pula. Kami naik GrabCar bertiga menuju perbukitan, menembus jalan yang dikanan-kirinya diselingi rumah penduduk dan orang-orang yang memperbaiki jalan. Saya melihat kondisi jalan menuju Bukit Maribaya belum terlalu bagus, banyak lubang-lubang dan perbaikan gorong-gorong. Semoga pemerintah setempat segera perbaiki ya, soalnya malu sama mobil-mobil keren yang lewat, berplat luar kota pula. Infrastruktur jalannya segera diberesin ya Pak, hehe.


Bukit Maribaya : Ayo Foto-Foto sambil Bersepeda Gantung
Mobil merambat pelan saat hampir tiba karena banyaknya antrian kendaraan pengunjung. Areal parkir mobil dan motor tersedia disana jadi tidak heran diakhir pekan terlihat begitu banyak pengunjung membawa keluarga mereka. Dan saat saya keluar dari mobil, udara segar langsung mengelus pipi, lebih dingin dari ac mobil si akang, hehe. Pemandangan hijau membentang , perbukitan menjulang dan pepohonan menghampar,  membuat saya semakin ingin bergegas menuju antrian membeli tiket masuk. Harganya Rp 25.000 per orang dengan satu welcome soft drink yang sudah termasuk didalamnya.
Balkon Lereng Utama-Ramenya Yang Berfoto

Area utama wahana di Bukit Maribaya berbentuk seperti cekungan dengan pemandangan lereng bukit yang hijau penuh pohon cemara yang tampak seolah bersusun-susun. Para pengunjung yang sudah siap dengan berbagai jenis kameranya, tak sabar ingin jepret sana-sini. Ditiap pojok dan jalur menuju wahana, dengan latar belakang bukit hijau bercemara, gaya selfie dan we-fie para pengunjung membuat perhatian saya sempat teralihkan antara perbukitan asri dan merasakan keriangan pengunjung. Dan, tentunya situasi ini membuat saya susah untuk mengendalikan diri untuk tidak ikut serta ber-we-fie bersama dua sahabat saya. Tap, Tap, Tap.

Mereka ber-Zip Bike Ria : Saya Jadi Model Mentor Dadakan
Ada beberapa wahana yang tersedia. Diantaranya yang paling menarik perhatian saya  adalah Zip Bike. Di wahana ini, pengunjung menaiki sepeda diatas tali besi yang merentang dari satu lereng bukit ke ujung lereng yang lain. Ada dua utas tali besi, sehingga dua orang pengunjung bisa menaiki sepeda secara hampir bersamaan. Safety belt, helmet, vest, dan juga ada penjaga tali yang membantu. Namun puncak atraksi utama yang membuat saya terkejut adalah bukan karena naik sepeda yang diatas ketinggian itu  melainkan,… berfoto!
Ya, jadi setelah si pengunjung mengayuh sepeda lalu ditengah-tengah, tepat dengan latar belakang pemandangan hijau-daun bukit cemara, guard diujung lereng menghentikan sepeda mereka. Seorang fotografer dari arah depan, di sisi lereng muka, siap dengan kamera mumpuni memotret sang pengayuh sepeda. Click, click, dan bergayalah sesuka dan semaksimal mungkin, seolah top model yang tak ingin tereliminasi diajang pencarian bakat, hehe.

Kesenangan yang saya pribadi rasakan adalah bukan dengan menaiki sepeda itu, karena memang sang teman-lah yang memang pengen naik. Saya memilih duduk didekat sang fotographer sambil meneriakkan kata-kata penyemangat dan mengarahkan pengunjung bagaimana harus berpose. Yes, serius. Teriakan-teriakan saya ternyata menghibur para pengunjung yangs sedang menunggu antrian Zip Bike dan juga pengunjung yang sedang menggantung bersama sepedanya. Saya yakin hasil foto mereka akan bagus, karena andil saya juga, hehe. “ Panjangin Kakinya Mbak, Kepala Mendongak Mas, Jangan Membungkung, Tangan Gaya Superman, Kakinya naik ke  stang, Senyum yang Lebar” dan lain-lain sampai suara saya serak. Hahaha.

Zip Bike Si Sepeda Gantung

Selesai diambil gambar, sang pengunjung tidak bisa terus melaju keujung lereng lain, melainkan ditarik ke belakang oleh guard, sambil sepeda tetap dikayuh. Agak sedikit unik ya, hehe. Namun ketegangan bersepeda diatas tali besi, ditambah pemandangan asri nan hijau dan juga 'saran' dari model mentor seperti saya, haha, pasti menjadi kenangan sesungguhnya yang indah bagi para pengunjung.

Area Jajanan Berbentuk Saung Jerami

Di lembah utama, terdapat area makanan berbentuk saung-saung beratap jerami. Beberapa menu tersedia untuk siap memanjakan lidah pengunjung, meski saya sendiri tidak mencicipi rasa makanannya. Namun, makanan tradisional disana tampak menggiurkan seperti lontong sayur, karedok, ketan bakar, batagor, siomay dan lain-lain. Didepan saung-saung tadi, terdapat umbrella untuk sitting area, frame berbentuk hati, dan pohon besar tak berdaun yang bersematkan kupu-kupu buatan. Lagi-lagi menjadi spot cantik untuk berfoto-foto ria. Saran toilet, musholla, dan tempat wudu juga tersedia. Secara keseluruhan, menurut saya, The Lodge Maribaya Resort adalah tempat yang cocok untuk family trip sambil membawa pulang hasil foto-foto yang indah, Wow!

Berfoto di Love Frame 



Detil Lain
Tiket Masuk : Rp 25,ribu per kepala . Sarana Permainan : Rp 20,ribu per wahana. Pilihan Wahana : Zip Bike, Mountain Swing Atas, Mountain Swing Bawah, Bamboo Tree,Sky Tree. Harga Makanan : Lontong Sayur Rp20,ribu Batagor Rp 40,000

8 comments:

  1. Keren.. Perjalanan yang menarik untuk disinggahi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih ayo kita Journey :) bersama

      Delete
  2. Cakeuup... Keep on traveling and writing, inspiring...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas Anas, keep checkin my blog yah ,,hehehe nunsewu

      Delete
  3. Bagusss! Tulisannya menarik, lengkap info tempat wisatanya, jd terinspirasi buat traveling n nulis juga nih,👍👍

    ReplyDelete
  4. Bagusss! Tulisannya menarik, lengkap info tempat wisatanya, jd terinspirasi buat traveling n nulis juga nih,👍👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kiki , makasih ya, ayo jalan-jalan sama #bellmonjourney
      Oya sekarang #bellmonjourney lagi di Gorontalo loh, seru disini

      Delete
  5. Rekomen banget kalo misalnya mau mengunjungi tempat tsb. Karena selain info lokasi juga detail biaya yang harus d keluarkan. Sehingga sebelum jalan sudah bisa calculate besaran biaya perjalanan.


    Keep writing mas, next time semoga bisa ikut trip nya 😉😉

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Follow me on FaceBook

About Me

My photo
Hello, Nama Saya Belly Rahmon or Bellmon. Website ini adalah platform saya menyalurkan hobby menulis dan menjelajah minat saya dalam berbagai Hal. Im looking for a good trip to view and meet splendid places and fab people.

Popular Posts

Recent Posts