Saturday, December 2, 2017


Awalnya saya mau menjuduli tulisan ini dengan 'Fakta Unik' namun takut didebat oleh para dosen dan akademisi, hehe. Jadi untuk lebih nyamannya, inilah 7 hal unik yang saya temukan selama saya berkunjung ke Holuntalo alias Gorontalo dari tanggal 24-28 November 2017 dalam acara Famtrip Gorontalo yang pertama.

Bentor berwarna-warni : Sarana Transportasi dan Aset Wisata
1. Ternyata ada satu jalan di Kota Gorontalo, yaitu Jalan Yos Sudarso yang banyak ditemukan tempat meluruskan rambut. Pemandangan salon-salon dengan papan nama  bertuliskan “Rebonding” menghiasi tepi jalan raya  saat saya berkendara ke arah selatan menuju Desa Bubohu. Kata  Aldi, teman saya asal Gorontalo, di sekitar tahun 2002 tren meluruskan rambut sampai ke Gorontalo sehingga gadis-gadis setempat pun tidak ingin ketinggalan. Kini, sepanjang jalan tersebut dikenal juga dengan sebutan kampung rebonding.

      2.          
Bisa Ditutup Saat Hujan; Ayo Adakan Festival Pacu Bentor
Bentor adalah kendaraan umum khas di kota dan Provinsi Gorontalo. Bentor berbentuk mirip becak namun ditarik sepeda motor dengan bagian atap yang memanjang kebelakang hingga melindungi bagian kepala pengemudi. Sementara dibagian depan, penumpang duduk seperti naik becak pada umumnya. Bagian atap bisa ditarik kedepan hingga menutup sampai kekaki penumpang. Jadi aman dari kebasahan dan dandanan tidak rusak kalau mau pergi ke pesta. Bentor cukup banyak tersedia hingga malam, tinggal cegat saja dipinggir jalan. Mudah-mudahan kedepannya ada bentor online yah dan jangan diganti sama ojek motor biasa. Sekalian melestarikan budaya lokal dan mengadaptasi teknologi. Oya Pak dan Bu, boleh juga loh diadakan festival Bentor Hias supaya makin banyak wisatawan yang datang ke Gorontalo.


3. Rumah-rumah di Gorontalo sebagian besar beratapkan seng. Berbeda dengan rumah-rumah di Jawa yang kebanyakan beratapkan genting tanah liat. Kata orang Holuntalo, karena genting terbuat dari tanah liat maka kalau tidur beratapkan tanah (liat), ibarat tidur di dalam liang lahat. Wah unik juga ya pemikirannya. 
   Tuna dengan Nasi Jaha alias Lemang
buatan khusus Ibu Sekda Gorontalo- Istimewa

4. Hampir semua makanan Gorontalo bercita rasa gurih pedas dan orang Gorontalo suka sekali makanan laut. Secara geografis, posisi wilayah Gorontalo diapit oleh dua perairan, di utaranya Laut Sulawesi sehingga banyak terdapat pantai-pantai putih nan indah dan diselatan ada Teluk Tomini dengan karang-karang yang banyak sekali ikannya. Ayo, zaman sekarang semua harus suka ikan ya. Makan ikan itu bikin sehat dan cerdas lo. Wah, jadi teringat Cakalang Fufu,  Ikan masak Woku, Tuna segar dan udang-udang goreng itu, yummy...


5. Gea dan Eka, pemandu saya dari Gorontalo Tour Guide (GTG) bilang “Kak Belly,        pemandangan yang khas Gorontalo itu adalah kalau ada bentor yang angkut kursi anyaman rotan menjelang lebaran. Itu adalah saat dimana Kakak bakal merasa benar-benar di Gorontalo” Selain itu mereka juga bilang kebiasaan warga muslim Gorontalo adalah mengecat rumah sekali setahun menyambut lebaran. Oya, tradisi kerukunan umat beragama di Gorontalo juga patut diacungi jempol, warganya hidup rukun disana. Gea bilang, umat beragama Gorontalo toleransinya tinggi. Hebat ya!

 6.  Masih seputar lebaran, ada kebiasaan pemasangan lampu “Tumbilotohe”.  Lampu ini dari botol kaca diisi minyak tanah dan ada sumbu kompornya untuk menyalakan api. Waktu dulu, orangtua-orangtua yang ingin ke mesjid butuh bantuan penerangan, jadilah dibuat tumbilotohe. Mungkin nanti kalau ada undangan pas puasa, saya bisa lihat langsung ya. 

7. Hampir semua orang yang saya temui bilang, Gorontalo daerah yang aman. Bahkan dimalam hari, kalau ada kambing-kambing yang berkeliaran di pekarangan tidak ada yang mau ambil. Tapi yang jelas yang saya rasakan, Orang Gorontalo itu sangat ramah. Uti dan No'u Gorontalo murah senyum dan ramah. Oya, Uti adalah sebutan untuk laki-laki dan No’u untuk perempuan, semacam mas dan mbak. Subjektif-kah pendapat saya? Ya sudah datang saja dan rasakan. Baru percaya.


Mari Ka Gorontalo, Jo!

No'u (kiri) dan Uti (kanan) Gorontalo di Festival Karawo 2017






10 comments:

  1. Ayo Uti Reza... Ditunggu di Gorontalo ya, kalau butuh nomor telpon dan kontak untuk Guide, dll, hit me up. Saya jadi punya banyak teman disana Jo. :-)

    ReplyDelete
  2. Good article....
    Makasih buat infonya ya Belly... bermanfaat banget. Siapa tau nanti aku mau jalan-jalan ke Gorontalo 😉

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-Sama Teh Dian, iya bagus Gorontalo. Kalau butuh pemandu lokal, aku punya banyak teman-teman disana, hubungi aja aku ya Teh

      Delete
  3. Mau coba makanan Gorontalo....kayanya enak... ��

    ReplyDelete
  4. Iyah Enak, Banyak makanan lautnya juga Mas Ryumoto. Nanti ada Foto-foto makanan Gorontalo aku post ya :-)

    ReplyDelete
  5. Pengen nyoba makanan khas disana. Kayaknya sesuai dengan selera ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak dan Gurih, ayo book the flight :-)

      Delete
    2. Sebuah negeri yang penuh keunikan.. Sangat menggugah para pemburu adventure dan suasana yang berbeda.. Welcome to Gorontalo..

      Delete

Powered by Blogger.

Follow me on FaceBook

About Me

My photo
Hello, Nama Saya Belly Rahmon or Bellmon. Website ini adalah platform saya menyalurkan hobby menulis dan menjelajah minat saya dalam berbagai Hal. Im looking for a good trip to view and meet splendid places and fab people.

Popular Posts

Recent Posts